Friday, 03 August 2007 09:18 WIB ORANG tua harus menjaga kehormatan dirinya di mata anggota keluarga. Terlebih seorang ayah yang harus menjadi pelindung dan pemberi kasih sayang lahir dan batin kepada anak-anaknya. Jika terjadi sebaliknya, artinya ayah menyakiti anak dengan prilaku buruk dengan tindak kejahatan, maka orang tua seperti ini tidak lagi menjaga kehormatan dirinya. Demikian Prof.Dr.H.Mhd.Hatta (foto) Ketua MUI Kota Medan,Kamis (2/8). Ironinya,masih banyak orang tua yang tidak menjaga kehormatan dirinya dan keluarganya sehingga tega melakukan tindakan amoral. Islam telah mengantisipasi setiap manusia untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka. Penjabaran ayat ini, sungguh luas. Selain mewanti-wanti agar mengarahkan keluarga ke kehidupan beragama juga sebagai peringatan bahwa orang tua harus menjaga kehormatan dirinya dan anggota keluarga dari berbagai arus yang mengancam kehidupan ini, termasuk persoalan hawa nafsu. Dijelaskan, dalam kehidupan berkeluarga, Islam mengatur tentang berbagai hal termasuk membatasi pergaulan dalam rumah tangga.Bagi seorang anak yang usianya semakin menanjak remaja, orang tua perlu menyiapkan bilik khusus kepada mereka. Anak dilarang masuk sembarangan ke kamar orang tuanya. Orang tua terutama ibu, hendaknya membatasi busana-busana anak yang nampak kurang sempurna. Artinya, pakaian yang bisa menimbulkan pemikiran negatif bagi siapa yang memandang anak tersebut. Demikian pula ayah,sebaiknya meninggalkan kebiasaan untuk menikmati media-media yang bisa menyeret diri kepada hawa nafsu yang merusak akal dan pikiran.Demikian juga kebiasaan lain yang mampu merangsang pikiran untuk tindakan negatif atau mempermudah hawa nafsu bertindak tanpa bisa berpikir jernih, sebaiknya cepat-cepat ditinggalkan. Ingatlah, kata dia, Allah telah memberikan manusia pasangan dengan ikatan perkawinan yang sah untuk membentuk keluarga dan di sana mereka telah menikmati kemurnian hubungan biologis. Lalu,mengapa masih ada saja manusia yang merusak dirinya sendiri dengan hawa nafsunya ? Hal ini, tentu saja akibat tidak mampu menahan nafsu dan tidak menjaga pikiran mereka dengan sehat, sehingga akal dan nurani diperdaya oleh hawa nafsu. Padahal, anak-anak yang dilahirkan dari buah perkawinan adalah amanah dari Allah yang harus dijaga dan dipelihara dengan baik. Anak merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kehormatannya hingga akhirat kelak. Jika orang tua merusak kehormatan anak, tentu dia sudah merusak kehormatan dirinya sendiri di mata Allah dan di mata manusia. Karena itu, orang tua seperti ini akan mendapatkan hukuman dunia akhirat. Memang, kata dia,hukuman di dunia sekilas masih ringan. Bayangkan, pelaku tindak kejahatan seksual dihukum 14 atau 15 tahun penjara, sedangkan korbannya menderita seumur hidup. Bila saja hukuman itu lebih berat, mungkin menekan prilaku kejahatan itu. Hukuman akhirat akan sangat berat, apalagi pelaku sudah menghianati kepercayaan yang diberi Allah untuk mendidik buah hati dari hasil pernikahannya.
13 November 2008
Orang Tua Harus Menjaga Kehormatan Diri Dan Keluarga
Diposting oleh
hardian77
